Tuesday, August 27, 2013

CARA MEMBERSIHKAN NAJIS YANG PRKATIS DAN BENAR


Bentuk (benda) najis ada dua macam, yaitu najis ‘ainiyah dan najis hukmiyah. Najis ‘ainiyah adalah nasjis yang kelihatan bendanya seperti air kencing, tahi ayam dll. Sedangkan najis hukmiyah adalah najis yang sudah tidak kelihatan bentuknya, seperti air kencing yang sudah kering.

Adapun cara membersihkan kedua najis tersebut berbeda, untuk najis ‘ainiyah cara membersihkannya sebagai berikut:

  • Bersihkan benda najis tersebut sampai tidak kelihatan dengan lap kering atau yang lainnya (yang penting tidak dengan air yang sedikit kecuali airnya mengalir)
  • Bila sudah bersih siram tempat yang terkena najis tersebut dengan air secukupnya
  • Sekarang tempat dan air bekas siraman tersebut sudah suci semua.

Cara membersihkan najis hukmiyah lebih mudah, yaitu hanya dengan menyiram tempat tersebut dengan air secukupnya.

PERINGATAN!!!
Jangan membersihkan najis ‘ainiyah dengan cara menyiram najis tersebut dengan air yang sedikit atau mengelapnya dengan lap yang basah, karena akan menyebabkan najis menyebar kemana-mana.

Untuk membersihkan najis mugholazoh (anjing dan babi) caranya agak berbeda, yaitu harus dibasuh 7x dan salah satunya dicampur dengan tanah.

Menurut mazhab selain Syafi'i, najis babi atau khinzir sama halnya dengan najis lain, yakni cukup disiram satu kali, yang demikian karena tidak ada dalil yang soreh (nyata) baik dari Al-Qur'an ataupun hadis mengenai najis babi dibasuh 7x. Pendapat mazhab selain mazhab Syafi'i boleh kita amalkan dengan bertaklid (mengikut), apabila kita hidup di negara yang mayoritas non muslim, supaya meringankan kehidupan kita sehari-hari.

NB:
Niat membersihkan najis karena Allah swt. dan niat semoga dengan bersihnya tempat tersebut Allah swt. bersihkan hati kita juga.
InsyaAllah semua niat tuk mengamalkannya…
 

Friday, July 5, 2013

TIDURNYA ORANG YANG BERPUASA ADALAH IBADAH

Hadis tentang: “tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah” merupakan hadis yang ada perawinya tapi dho'if. Hadis ini diriwayatkan Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, dari Abdullah bin Abi Aufa radhiallahu ‘anhu. Hadis ini juga disebutkan Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin. Teks hadisnya:
نوم الصائم عبادة ، وصمته تسبيح ، ودعاؤه مستجاب ، وعمله مضاعف
“ Tidurnya orang yang berpuasa itu ibadah, diamnya adalah tasbih, do’anya dikabulkan, dan amalnya dilipatgandakan.”
Dalam sanad hadis ini terdapat perawi yang bernama Ma’ruf bin Hassan dan Sulaiman bin Amr An-Nakha’i. Setelah membawakan hadis di atas, Al-Baihaqi memberikan komentar, “Ma’ruf bin Hassan itu dhaif, sementara Sulaiman bin Amr lebih dhaif dari dia. Dalam Takhrij Ihya’ Ulumuddin, Imam Al-Iraqi mengatakan, “Sulaiman An-Nakha’i termasuk salah satu pendusta.”
Hadis ini juga dinilai dhaif oleh Imam Al-Munawi dalam kitabnya, Faidhul Qadir Syarh Jami’us Shaghir .
Referensi:
حديث " نوم الصائم عبادة "
رويناه في أمالي ابن مندة من رواية ابن المغيرة القواس عن عبد الله بن عمر بسند ضعيف ولعله عبد الله بن عمرو فإنهم لم يذكروا لابن المغيرة رواية إلا عنه ، ورواه أبو منصور الديلمي في مسند الفردوس من حديث عبد الله بن أبي أوفى وفيه سليمان بن عمرو النخعي أحد الكذابين .
الكتاب : تخريج أحاديث الإحياء
المؤلف : العراقي

(نوم الصائم عبادة وصمته) وفي رواية : ونفسه (تسبيح) أي بمنزلة التسبيح (وعمله مضاعف) والحسنة بعشرة إلى [ ص 291 ] ما فوقها (ودعاؤه مستجاب وذنبه مغفور) أي ذنوبه الصغائر ما اجتنبت الكبائر كما تقدم في خبر الصلوات الخمس.
(هب عن عبد الله بن أبي أوفى) الأسلمي وقضية صنيع المصنف أن مخرجه البيهقي خرجه وأقره ، والأمر بخلافه ، بل إنما ذكره مقرونا ببيان عليه فقال عقبه : معروف بن حسان - أي أحد رجاله - ضعيف ، وسليمان بن عمر النخعي أضعف منه اهـ.
وقال الحافظ العراقي : فيه سليمان النخعي أحد الكذابين اه وأقول : فيه أيضا عبد الملك بن عمير أورده الذهبي في الضعفاء ، وقال أحمد : مضطرب الحديث ، وقال ابن معين : مختلط ، وقال أبو حاتم : ليس بحافظ ، وعجب من المصنف كيف يعزو الحديث إلى مخرجه ويحذف من كلامه ما أعله به ؟ وأعجب منه أن له طريقا خالية عن كذاب أورده الزين العراقي في أماليه من حديث ابن عمر ، فأهمل تلك وآثره هذه مقتصرا عليها.
الكتاب : فيض القدير
المؤلف : المناوي
Silahkan tanggapi sendiri, yang mau monggo amalkan dan yang tidak jangan bilang ini hadis palsu karena ada dalilnya tapi dho'if...

Tuesday, January 22, 2013

KISAH MALAIKAT PENJAGA LAUT


KISAH MALAIKAT PENJAGA LAUT


I
 
mam kita Muhammad bin Idris al-Syafi’i Rhm. Bercerita: “Saya melihat seorang Nasrani di Mekkah sedang berthowaf di Ka’bah namanya Asqof, dan saya bertanya kepadanya “apa yang membuat kamu keluar dari agama bapak-bapakmu?” kemudian dia jawab “aku telah menggantinya dengan agama yang lebih baik dari agama mereka” lalu saya bertanya lagi “kenapa itu bisa terjadi?” lalu dia pun menceritakan kisahnya kepada ku: “Suatu saat kami naik perahu maka tatkala kami telah sampai di tengah laut terpecahlah perahu kami, kemudian aku berusaha menyelamatkan diri ku pada sebuah papan, dan ombak pun tidak henti-hentinya menerpa ku sehingga aku terdampar di sebuah pulau yang di dalamnya banyak pepohonan dan pohonya memiliki buah-buahan yang lebih manis dari pada madu lebih lembut dari pada keju dan di dalam pulau tersebut ada sungai tawar yang mengalir. Aku pun bersyukur atas semua itu, lalu aku memakan buah-buahan itu dan meminum air sungai yang tawar sehingga aku merasa lapang. Maka ketika siang telah sirna dan berganti malam, aku merasa ketakutan akan adanya hewan buas, lalu aku naik ke atas pohon dan aku tidur di rantingnya, selanjutnya ketika sampai pada pertengahan malam tiba-tiba ada seekor hewan yang muncul di permukaan laut sedang bertasbih dengan lisan yang fasih, tasbihnya:
لا اله إلا الله الغفار، محمد رسول الله النبي المختار
maka tatkala hewan tersebut sampai di daratan ternyata kapalanya berwujud seperti burung kasuari tapi berwajah seperti manusia (yang memiliki paruh), kakinya seperti kaki unta, ekornya seperti ekor ikan. Maka aku takut diriku akan binasa, lalu aku turun dari atas pohon dan aku lari darinya namun hewan itu menoleh kepada ku seraya berkata kepada ku “stop…! Kalo nggak mati lo…” lalu akupun diam, dan dia bertanya kepada ku “apa agama mu?” aku jawab “Nasrani” lalu dia berkata “celaka kamu, kembalilah pada agama yang lurus karena sesungguhnya kamu berada di daerah para jin yang beriman, tidak ada orang yang selamat di daerah ini kecuali orang Islam.” Aku bertanya lagi “apa itu Islam?” dia menjawab “ucapkanlah ASYHADU AN LAA ILAHA ILLALLAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN ROSULULLAH SAW” lalu akupun mengucapkannya. Selanjutnya dia  memberikan tawaran kepada ku “mau tetap tinggal di sini apa mau pulang ke keluargamu?” maka aku pilih pulang ke keluargaku, lalu dia berkata kepada ku “kalo gitu kamu diam di tempat mu hingga ada kapal yang menghantar mu pulang” aku pun diam di tempat ku, dan dia turun masuk ke dalam laut. Maka tatkala dia lenyap dari ku datanglah kapal dan pengangkutnya lalu akupun memberi isyaroh kepada mereka dan mereka membawaku pulang, ketika itu di dalam kapal tersebut ada 12 orang semuanya beragama Nasrani lalu aku ceritakan tentang kisah ku itu lalu semuanya masuk Islam”.
Nabi Khidir As. berkata: ‘Barang siapa yang melantunkan tasbih malaikat tersebut, maka pahalanya seperti pahalah makhluk tersebut berdzikir dari awal hingga akhir hayatnya’.

Dinukil dari kitab aslinya: 
    إرشاد العباد إلى سبيل الرشاد
                                للعلامة زين الدين المليباري