Wednesday, June 19, 2019

Al-Qur’an Indonesia Pojok PDF

Assalamualaikum

Bagi teman-teman yang pernah menghafal Al-Qur’an dengan Al-Qur’an standar Indonesia pasti mengalami kesulitan bila mau murojaah/mengulang hafalan dengan Al-Qur'an yang lain, karena Al-Qur’an yang didapat tidak seperti susunan halaman Al-Qur’an standar Indonesia.

Nah di sini saya mau sedikit sharing Al-Qur’an standar Indonesia versi PDF yang lumayan ringan, supaya teman-teman yang pernah menghafal dengan Al-Qur’an standar Indonesia tidak kesulitan ketika melihat susunan halamannya.

Silahkan dilihat/didownload, setiap juz kurang lebih 11 MB.

Mudah-mudahan membawa berkah bagi kita semua, aamiin....

Juz 01
Juz 02
Juz 03
Juz 04
Juz 05
Juz 06
Juz 07
Juz 08
Juz 09
Juz 10
Juz 11
Juz 12
Juz 13
Juz 14
Juz 15
Juz 16
Juz 17
Juz 18
Juz 19
Juz 20
Juz 21
Juz 22
Juz 23
Juz 24
Juz 25
Juz 26
Juz 27
Juz 28
Juz 29
Juz 30

Saturday, November 19, 2016

Dilarang Memusuhi Waliullah

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Sesungguhnya riya' yang paling ringan pun sudah terhitung syirik,

dan sesungguhnya orang yang memusuhi wali Allah maka dia telah menantang (bertarung) dengan Allah.

Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang baik lagi bertakwa dan tidak dikenal, yaitu orang-orang yang apabila menghilang maka mereka tidak dicari-cari, dan jika mereka hadir maka mereka tidak di kenal, hati mereka ibarat lentera-lentera petunjuk yang muncul dari setiap bumi yang gelap."

(Ibnu Majah & Baihaqi)

Tuesday, August 27, 2013

CARA MEMBERSIHKAN NAJIS YANG PRKATIS DAN BENAR


Bentuk (benda) najis ada dua macam, yaitu najis ‘ainiyah dan najis hukmiyah. Najis ‘ainiyah adalah nasjis yang kelihatan bendanya seperti air kencing, tahi ayam dll. Sedangkan najis hukmiyah adalah najis yang sudah tidak kelihatan bentuknya, seperti air kencing yang sudah kering.

Adapun cara membersihkan kedua najis tersebut berbeda, untuk najis ‘ainiyah cara membersihkannya sebagai berikut:

  • Bersihkan benda najis tersebut sampai tidak kelihatan dengan lap kering atau yang lainnya (yang penting tidak dengan air yang sedikit kecuali airnya mengalir)
  • Bila sudah bersih siram tempat yang terkena najis tersebut dengan air secukupnya
  • Sekarang tempat dan air bekas siraman tersebut sudah suci semua.

Cara membersihkan najis hukmiyah lebih mudah, yaitu hanya dengan menyiram tempat tersebut dengan air secukupnya.

PERINGATAN!!!
Jangan membersihkan najis ‘ainiyah dengan cara menyiram najis tersebut dengan air yang sedikit atau mengelapnya dengan lap yang basah, karena akan menyebabkan najis menyebar kemana-mana.

Untuk membersihkan najis mugholazoh (anjing dan babi) caranya agak berbeda, yaitu harus dibasuh 7x dan salah satunya dicampur dengan tanah.

Menurut mazhab selain Syafi'i, najis babi atau khinzir sama halnya dengan najis lain, yakni cukup disiram satu kali, yang demikian karena tidak ada dalil yang soreh (nyata) baik dari Al-Qur'an ataupun hadis mengenai najis babi dibasuh 7x. Pendapat mazhab selain mazhab Syafi'i boleh kita amalkan dengan bertaklid (mengikut), apabila kita hidup di negara yang mayoritas non muslim, supaya meringankan kehidupan kita sehari-hari.

NB:
Niat membersihkan najis karena Allah swt. dan niat semoga dengan bersihnya tempat tersebut Allah swt. bersihkan hati kita juga.
InsyaAllah semua niat tuk mengamalkannya…
 

Friday, July 5, 2013

TIDURNYA ORANG YANG BERPUASA ADALAH IBADAH

Hadis tentang: “tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah” merupakan hadis yang ada perawinya tapi dho'if. Hadis ini diriwayatkan Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, dari Abdullah bin Abi Aufa radhiallahu ‘anhu. Hadis ini juga disebutkan Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin. Teks hadisnya:
نوم الصائم عبادة ، وصمته تسبيح ، ودعاؤه مستجاب ، وعمله مضاعف
“ Tidurnya orang yang berpuasa itu ibadah, diamnya adalah tasbih, do’anya dikabulkan, dan amalnya dilipatgandakan.”
Dalam sanad hadis ini terdapat perawi yang bernama Ma’ruf bin Hassan dan Sulaiman bin Amr An-Nakha’i. Setelah membawakan hadis di atas, Al-Baihaqi memberikan komentar, “Ma’ruf bin Hassan itu dhaif, sementara Sulaiman bin Amr lebih dhaif dari dia. Dalam Takhrij Ihya’ Ulumuddin, Imam Al-Iraqi mengatakan, “Sulaiman An-Nakha’i termasuk salah satu pendusta.”
Hadis ini juga dinilai dhaif oleh Imam Al-Munawi dalam kitabnya, Faidhul Qadir Syarh Jami’us Shaghir .
Referensi:
حديث " نوم الصائم عبادة "
رويناه في أمالي ابن مندة من رواية ابن المغيرة القواس عن عبد الله بن عمر بسند ضعيف ولعله عبد الله بن عمرو فإنهم لم يذكروا لابن المغيرة رواية إلا عنه ، ورواه أبو منصور الديلمي في مسند الفردوس من حديث عبد الله بن أبي أوفى وفيه سليمان بن عمرو النخعي أحد الكذابين .
الكتاب : تخريج أحاديث الإحياء
المؤلف : العراقي

(نوم الصائم عبادة وصمته) وفي رواية : ونفسه (تسبيح) أي بمنزلة التسبيح (وعمله مضاعف) والحسنة بعشرة إلى [ ص 291 ] ما فوقها (ودعاؤه مستجاب وذنبه مغفور) أي ذنوبه الصغائر ما اجتنبت الكبائر كما تقدم في خبر الصلوات الخمس.
(هب عن عبد الله بن أبي أوفى) الأسلمي وقضية صنيع المصنف أن مخرجه البيهقي خرجه وأقره ، والأمر بخلافه ، بل إنما ذكره مقرونا ببيان عليه فقال عقبه : معروف بن حسان - أي أحد رجاله - ضعيف ، وسليمان بن عمر النخعي أضعف منه اهـ.
وقال الحافظ العراقي : فيه سليمان النخعي أحد الكذابين اه وأقول : فيه أيضا عبد الملك بن عمير أورده الذهبي في الضعفاء ، وقال أحمد : مضطرب الحديث ، وقال ابن معين : مختلط ، وقال أبو حاتم : ليس بحافظ ، وعجب من المصنف كيف يعزو الحديث إلى مخرجه ويحذف من كلامه ما أعله به ؟ وأعجب منه أن له طريقا خالية عن كذاب أورده الزين العراقي في أماليه من حديث ابن عمر ، فأهمل تلك وآثره هذه مقتصرا عليها.
الكتاب : فيض القدير
المؤلف : المناوي
Silahkan tanggapi sendiri, yang mau monggo amalkan dan yang tidak jangan bilang ini hadis palsu karena ada dalilnya tapi dho'if...

Tuesday, January 22, 2013

KISAH MALAIKAT PENJAGA LAUT


KISAH MALAIKAT PENJAGA LAUT


I
 
mam kita Muhammad bin Idris al-Syafi’i Rhm. Bercerita: “Saya melihat seorang Nasrani di Mekkah sedang berthowaf di Ka’bah namanya Asqof, dan saya bertanya kepadanya “apa yang membuat kamu keluar dari agama bapak-bapakmu?” kemudian dia jawab “aku telah menggantinya dengan agama yang lebih baik dari agama mereka” lalu saya bertanya lagi “kenapa itu bisa terjadi?” lalu dia pun menceritakan kisahnya kepada ku: “Suatu saat kami naik perahu maka tatkala kami telah sampai di tengah laut terpecahlah perahu kami, kemudian aku berusaha menyelamatkan diri ku pada sebuah papan, dan ombak pun tidak henti-hentinya menerpa ku sehingga aku terdampar di sebuah pulau yang di dalamnya banyak pepohonan dan pohonya memiliki buah-buahan yang lebih manis dari pada madu lebih lembut dari pada keju dan di dalam pulau tersebut ada sungai tawar yang mengalir. Aku pun bersyukur atas semua itu, lalu aku memakan buah-buahan itu dan meminum air sungai yang tawar sehingga aku merasa lapang. Maka ketika siang telah sirna dan berganti malam, aku merasa ketakutan akan adanya hewan buas, lalu aku naik ke atas pohon dan aku tidur di rantingnya, selanjutnya ketika sampai pada pertengahan malam tiba-tiba ada seekor hewan yang muncul di permukaan laut sedang bertasbih dengan lisan yang fasih, tasbihnya:
لا اله إلا الله الغفار، محمد رسول الله النبي المختار
maka tatkala hewan tersebut sampai di daratan ternyata kapalanya berwujud seperti burung kasuari tapi berwajah seperti manusia (yang memiliki paruh), kakinya seperti kaki unta, ekornya seperti ekor ikan. Maka aku takut diriku akan binasa, lalu aku turun dari atas pohon dan aku lari darinya namun hewan itu menoleh kepada ku seraya berkata kepada ku “stop…! Kalo nggak mati lo…” lalu akupun diam, dan dia bertanya kepada ku “apa agama mu?” aku jawab “Nasrani” lalu dia berkata “celaka kamu, kembalilah pada agama yang lurus karena sesungguhnya kamu berada di daerah para jin yang beriman, tidak ada orang yang selamat di daerah ini kecuali orang Islam.” Aku bertanya lagi “apa itu Islam?” dia menjawab “ucapkanlah ASYHADU AN LAA ILAHA ILLALLAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN ROSULULLAH SAW” lalu akupun mengucapkannya. Selanjutnya dia  memberikan tawaran kepada ku “mau tetap tinggal di sini apa mau pulang ke keluargamu?” maka aku pilih pulang ke keluargaku, lalu dia berkata kepada ku “kalo gitu kamu diam di tempat mu hingga ada kapal yang menghantar mu pulang” aku pun diam di tempat ku, dan dia turun masuk ke dalam laut. Maka tatkala dia lenyap dari ku datanglah kapal dan pengangkutnya lalu akupun memberi isyaroh kepada mereka dan mereka membawaku pulang, ketika itu di dalam kapal tersebut ada 12 orang semuanya beragama Nasrani lalu aku ceritakan tentang kisah ku itu lalu semuanya masuk Islam”.
Nabi Khidir As. berkata: ‘Barang siapa yang melantunkan tasbih malaikat tersebut, maka pahalanya seperti pahalah makhluk tersebut berdzikir dari awal hingga akhir hayatnya’.

Dinukil dari kitab aslinya: 
    إرشاد العباد إلى سبيل الرشاد
                                للعلامة زين الدين المليباري                 

Saturday, September 10, 2011

NAMAKU

Syihab + Uddin = Syihabuddin
itu nama hijrah ku, sedangkan nama asli ku "At-Ma", tapi kadang aku dipanggil "At" kadang pula dipanggil "Ma" ya... jadi kayak mamanya sendiri donk he..he..he...
Namun semua itu telah berakhir karena namaku sudah diganti "SYIHABUDDIN" artinya pelita agama, dari nama inilah mudah-mudahan aku menjadi seorang ulama yang besar karena aku ambil nama ini dari laqob seorang ulama besar yang tak tanggung-tanggung kedalaman ilmunya, siapa dia? dia adalah "SYEKH AL-IMAM SYIHABUDDIN IBNU HAJAR AL-ATSQOLANI" pengarang kitab FATHUL BARI syarah HADITS AL-BUKHARI.



SILSILAH MASYARAKAT DESA DONGKAL


Prabu Siliwangi (Sri Baduga) + Subanglarang (muridnya Syekh Quro)
                 
Cakrabuana, Rarasantang, Kian Santang
                
         Sunan Gunung Jati
                
          Pangeran Santri
                 
         Prabu Gesan Ulun
                
                
          Wiraperbangsa
                
Den Tulen, Den Bongso (Singaperbangsa), Den Karo, Den Iya, Den?, Den?
↓                ↓            ↓      ↓       
(Keponakan Singaperbangsa)
   
   
   
   
Den Jaih
    
Den Armun
   
1. Karsona
2. Karsoma
3. Kasud (H. Ibrohim)
4. Asmat
5. Bp. Jono (Kasut)
6. H. Kasir
7. Bp. Carkem (Sawur)
8. Ibu Dam.

Masing-masing mempunyai keturunan.
1. Karsona
    
1.1 Urmas Karso (H. Ansor),
                      Udel Biang
                      Menet
                      Carka

1.2 Artayi Biang

1.3 Saijem Biang Dul Biang
                                Carsa Lili
                                Sakob Cecep

1.4 Kalmah Biang Kalmah (Wadi Biang)
                                 Nur Alim Bapa

1.5 Sargem Sanjun Markisah

1.6 Saken Suji
                     Amah Biang
                     Wiryo
                     Solwi (Bubun)
                     Qomariyah
                     Naden Atma Sunjaya
                     Naop
                     Awis

1.7 Tarbu Kaswi
                     Warmi (Madropi Biang)
                     Udin
                     Masi Biang

1.8 Carta Otib
                    Maksum

1.9 Kasah (mati perawan)

1.10 Jar Topa Omistopa
                            Karnit Inju
                            Uun

2. Karsoma
    
2.1 Gota Anggan   Anggan
                                 Agin
                                 Rustam (Wakil Limot)
                                 Duri Biang
                                 Dawud
                                 Nurca
                                 Sanusi

2.2 Atip Biang Elim (Sanji)
                           Gacir (Dasri Biange Rusdi)
                           Kosa Biang
                           Ja'i (Sular)
                           Karda Biang
                           Taya Edon
                           Karsim

2.3 Jam (Ruswan) → Toyyib
                                  Masrifah Pedes
                                  Nasihin
                                  Marjuki / Tengah
                                  Umi Hani
                                  Muhamad / Mamat
                                  Martini / Emay

2.4 Rayu/Makus → Rayu/Bunder
                               Sanah/Salwa
                               Darman
                               Arci
                               Toib/Arji
                               Narmad/Isah

2.5 H. Sarja Tohir
                         Ekon Biange Tohan
                         Karsiti/Agus
                         Barda
                         H. Iroh
                         Ayoha/Angkulen

2.6 Masdem biang Lili biang
                                   Umah/Wici biang

2.7 Witi biang → Suni/Tijah
                            Catomadi
                            Katum
                            Katim/Regaji

3.Kasud
  
3.1 Kasmi → Sujen biang
                      Siem/Engkus

3.2 Rawil    Ust. Jamal
                      Tarsi/H. Anshor
                      Tomik
                      Juhriyah
                      Mahmud

3.3 Madropi   Saidah
                          Absah biang
                          Basri
                          Lamah
                          Komilah
                         Jaiah

3.4 Calem H. Hasan → Sukyan H. Umar
                                      H. Sobari
                                      Halimah
                                      Nana
                                      Rodi/H. Ibrohim
                                      H. Sarah/H. Ucum

3.5 Muhidin/Tambah Muhidin
                                      Rohmah
                                      Nana

3.6 Nayu/Diah Mardiah
                             Sudi

3.7 Budi Ibrohim

3.8 Badri Musa
                     Heru
                      ....

4. Asmat
   
4.1 Wakil Karsiti Agus Karsiti/Kusum

4.2 Komas/Kudus Kudus
                                  Derisem
                                  Diri/Sukir


5. Bp. Jono/Kasut
    
5.1 Joni/Nadi Entin Rawamerta rabine Nur Casim

5.2 Darmas Sawiyah Tarsin/Cadum Biang
                                       Sutia
                                       Caya

5.3 Toing biang Amir Tohir
                              Tohid Kicus
                              Tonih
                              Tonah (wadon)

5.4 Tarsih/Sian Neng Empat

5.5 Masitoh Markisah

5.6 Jobah

5.7 Atikah


6. H. Kasir (Bp. Daspin)
     
6.1 Kasir Yahya Yahya
                                Zakariya
                                Aisah Tohir
                                Utsman Debul
                                Nurdin

6.2 Timah/Salem Timah
                                Solihin
                                Duki Dedeh

6.3 Indun Tamami
                     Uum/H. Sa'i
                     Uyoh
                     Asep
                     Agus
                     Iman

6.4 Alib Umar
                   Yunus
                   Hasan

6.5 Berkom Drs. Ujang Jufri
                         Ruk
                         Rabine H. Cadi
                         Aam

6.6 Lomrah Madi

6.7 Rohana Gunawan
                         Uwat
                          Anwar


7. Bp. Carkem/Sawur
       
7.1 Masiroh Masiroh
                          Bedah
                          Ojak

7.2 Tenda Soleh (Jejen) Sanusi Jejen
                                           Gandi
                                           Khodijah biang

7.3 Yusuf H. Emi

7.4 Tolib/Yani Mumuh
                             Nining

7.5 Jamal Yamin Jamal
                                Ade
                                Eli
                                Kohar
                                Imas

7.6 Nurjanah Iin

7.7 Umar Hendri


8. Ibu Dami/Ibu Ipik
     
8.1 Masri Karta Ukas
                     Wasti
                      Saefuddin

8.2 Namad Rasik Rasik

8.3 Carsid Alim
                       Acih
                       Nurjanah
                       Nurlela
                       Jaya

8.4 Kansid Didi

8.5 De Cih/Suing Lamsih
                                 Ramsih

8.6 Lece Sarno
                    Amin

8.7 Ibu Witri Rudin
                           Suryadi
                           Liyah

8.8 Mual Sanudin

8.9 Wasmah 


Catatan:

Silsilah ini belum sempurna sehingga masih harus direfisi, saya berharap mudah-mudahan dari keluarga atau saudara ada yang mau peduli tuk menyempurnakannya.